Jumat, 04 Februari 2011

Persilangan Ternak



Ada beberapa metode persilangan yang dapat diterapkan dilapangan, diantaranya adalah:

Persilangan Tunggal
Menurut Hardjosubroto (1994) persilangan tunggal adalah suatu persilangan antara dua bangsa induk dengan satu macam bangsa pejantan. Persilangan kemudian dihentikan sampai di sini, karena hasil persilangannya telah dapat dikomersialkan.

Persilangan Balik (Back Crossing)
Hasil silang yang disilangkan dengan salah satu bangsa tetuanya merupakan persilangan balik. Contohnya dalam persilangan A x B yang menghasilkan (0,5A, 0,5B), silangan ini dikawinkan dengan bangsa A atau bangsa B. Dengan deikian, pada grading up, dilakukan persilangan balik secara terus menerus dengan bangsa pejantannya (Hardjosubroto, 1994).

Persilangan Rotasi (Criss Cross)
Persilangan secara ini adalah dengan melakukan persilangan antara dua bangsa, tetapi silangannya selalu dikawinkan dengan salah satu bangsa tetuanya secara bergiliran pada generasi berikutnya (Hardjosubroto, 1994).

Persilangan Rotasi Tiga Bangsa
Persilangan demikian ini tidak lain adalah suatu criss cross, tetapi dengan menggunakan tiga macam bangsa secara bergiliran. Misalnya, kan digunakan tiga bangsa A, B, dan C, maka mula-mula A x B, kemudian silangannya dikawinkan dengan C, hasil silangan dikawinkan kembali dengan A dan seterusnya secara bergantian dalam satu generasi (Hardjosubroto, 1994).

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Okeh...keren......

siva :) mengatakan...

makasih ya membantu sekali buat referensi tugas saya .. saya mahasiswi fapet unpad .. nice to meet you

Deki mengatakan...

@siva. sama-sama.. kita saling bantu z....

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger